Mumu Abdurahman 25/09/2025
KLINIK DOKTER KITA – Edisi Juni 2025 Asuhan : dr. R. Retno Kumudhastuti, MPd.

Perlukah Imunisasi Sebelum Menikah ?
TANYA :
Dok, kami merupakan calon pasangannya terlihat sehat walafiat, sehingga kami menilai kurang perlu pengecekan kesehatan sebelum menikah. Karena kami dibayangi keraguan dan ketakutan, jangan sampai berefek samping menunda kehamilan. Namun demikian, karena pemeriksaan kesehatan sebelum pernikahan mutlak dilakukan oleh pasangan yang akan menikah, jadi kami bingung ikut imunisasi atau tidak, tolong jawabannya ya Dok, terimakasih. Sahami-Lolita, Ujung Berung, Bandung
JAWAB :
Saat ini, pasangan yang akan menikah masih jarang saling terbuka soal kondisi kesehatan masing-masing. Padahal keterbukaan kepada pasangan merupakan salah satu aset yang penting bagi keharmonisan rumah tangga. Untuk itu, sangat dianjurkan kepada para pasangan yang akan melangsungkan pernikahan melakukan pemeriksaan. Pemeriksaan kesehatan yang mendekati hari pernikahan hanya bisa dipilih oleh pasangan yang rajin melakukan pemeriksaan kesehatan setiap tahun. Selain berguna bagi diri sendiri, pemeriksaan akan terkait dengan kondisi sang buah hati kelak. Hasil penyelidikan ahli jiwa mengenai penyebab tingginya angka perceraian, menyimpulkan bahwa penyebab utama karena kurangnya keterbukaan membicarakan suatu masalah saat pranikah, sehingga salah satu pihak merasa tertipu, karena ada hal-hal buruk yang ditutupi saat berpacaran sehingga memicu konflik ketika menjadi pasangan suami istri (pasutri). Tes kesehatan pranikah meliputi: (1).Tes kesehatan umum seperti USG, X-ray, tes laboratorium, dan sebagainya. (2).Tes penyakit hubungan seksual (PHS). (3).Tes persiapan kehamilan (TORCH dan lain-lain) (4).Tes kesuburan (5).Tes genetika. Maka dianjurkan agar sebaiknya saat pranikah segala masalah dibicarakan de-ngan terbuka dan jujur sehingga kedua belah pihak menemukan cara mengantisipasinya atau menghindari perceraian dengan membatalkan pernikahan. Dengan adanya penyakit HIV/AIDS, pernikahan akan beresiko. Untuk itu sebaiknya anda berdua segera lakukan imunisasi sebelum pernikahan. (DRK)***

Apa ini Infeksi Jamur Pada Selangkangan ?
TANYA :
Dok, saya mengalami sakit gatal di selangkangan saya, bahkan terkadang gatal sekali. Terutama pada sore dan siang hari setelah pulang kerja. Apa ini karena infeksi jamur ya Dok? Mengapa bisa begitu ya Dok, padahal saya menjaga kebersihan badan. Bagaimana caranya supaya saya bisa sembuh ya Dok ? Mohon penjelasannya, terimakasih Dok. Diyah Mranggi – Sumedang
JAWAB :
Infeksi jamur yang terjadi pada selangkangan atau disebut Tinea Crucis, adalah gatal pada selangkangan yang dapat dialami oleh pria maupun wanita. Terlebih lagi apabila selangkangan jarang sekali terkena oleh sinar matahari secara langsung sehingga pada bagian selangkangan dan sekitarnya menjadi lembab yang dapat menimbulkan jamur sangat mudah tumbuh pada kulit tersebut. Apabila jamur mudah untuk berkembang biak dengan cepat maka anda akan sangat merasa tersiksa oleh rasa gatal yang timbul dari penyakit ini. Bisa juga disebabkan karena alergi makanan yang dikonsumsi, pada umumnya seperti telur, udang, ikan laut seperti ikan tongkol dan lain-lain. Cara menghilangkan gatal pada selangkangan, antara lain : (1). Lebih rajinlah untuk membersihkan bagian selangkangan setiap hari dan keringkan sebelum memakai pakaian dalam. (2).Jangan menggunakan handuk atau pakaian secara bergantian dengan orang lain, dan ganti pakaian dalam setiap harinya. (3).Jangan sering menggunakan pakaian yang teralu ketat. Rajin mandi menggunakan sabun Antiseptic. (4).Periksa apakah ada infeksi jamur atau kutu air dari kaki. Hal tersebut perlu diperhatikan karena berisiko penyebaran jamur ke bagian selang-kangan. Setelah penyebabnya teridentifikasi, maka inilah perawatan dan obat gatal yang bisa Anda pilih: obat gatal krim kortikosteroid. Oleskan pada kulit yang terlibat 3-4 kali sehari, Penggunaan obat gatal ini sebaik atas petunjuk dokter mengingat pada kasus-kasus kulit gatal tertentu tidak boleh menggunakan obat ini. Lebih lanjut silahkan periksa ke dokter spesialis kulit dan kelamin. (DRK)***
